Untukmu dariku
Jika kamu tak dengannya, hatiku masih untukmu. Jika kau disakitinya, datanglah kepadaku. Aku akan membahagiakanmu dan membentuk bulan sabit di bibirmu. Jika dia khianatimu, bersandarlah di pundakku, aku akan memberikanmu tempat ternyaman yang bisa aku beri.
Jika kau memang bahagia dengannya, lanjutkanlah. Jika dia lebih mencintaimu daripada
aku, berbahagialah. Jika aku menjadi dirinya, akan aku jaga dirimu ditempat paling aman yang bisa kuberi. Jika kamu lebih mencintaiku, akan kuberi lebih dari nyawaku untukmu. Namun, kamu telah bersamanya, apa dayaku?
Aku menuliskan semampuku isi hatiku. Kutuangkan segala rasa yang hancur karena kelancanganku ini untuk mencintaimu. Kuciptakan tulisanku, disana kita beruda, disana kita saling mencinta dan disana pula kita hidup bahagia.
Aku tahu aku cinta padamu. Aku tahu aku sayang padamu. Aku tahu aku tergila-gila padamu. Kau tahu? Kau telah menghancurkan hatiku, tak berkeping-keping, tak berjuta keping tak pula milyaran keping. hatiku hancur sehancur-hancurnya oleh dirimu. Kau bilang pernah bilang semangat setelah hancurkan hatiku? Mudah bagimu. Kau bilang lanjutkan hidupku? Mudah saja untukmu.
Hey! Aku hanya seorang laki-laki yang ingin mendapatkan cinta yang aku mau. Memang aku bukan seorang yang terbaik untukmu, aku juga bukan seseorang yang sempurna. Jadi? Apa aku memang enggak pantas buat kamu? Tak perlu kau berikan seluruh cintamu, tak perlu kau beri aku harapan palsu. Aku hanya minta sedikit saja dari hatimu agar aku bisa mengenangmu, mengenang cintaku yang kini sudah layu.
Aku menuliskan ini, tak memaksamu untuk kembali. Aku hanya kembali mengenangmu. Bermain dengan rindu yang perlahan menikamku. Itu pilihanmu untuk meninggalkanku, pilihanmu untuk bersamanya.
Meskipun begitu, aku turut bahagia untukmu, untuk pilihanmu. Jika kau merasa aku telah menjauh dan menghilang dari hadapanmu, itu tidaklah benar. Aku hanya sedang berada dikejauhan dan tersenyum bahagia melihatmu bersamanya. Mungkin dikejauhan, akan aku buka sesekali lembar memori yang tertata rapi di otakku.
Aku bukan orang yang munafik, aku juga tidak akan menunggumu selamanya. Aku juga akan menemukan wanita yang akan menikmati kebahagiaan bersamaku, seperti dirimu dan dirinya. Aku berharap, kamu tidak akan pernah menyesal dengan keputusanmu ini. Kau tidak akan dibuat galau olehnya. Seperti katamu, jadilah orang yang kuat dan jangan mengeluh tentang sakitmu.
Hanya dengan ini aku bisa menuliskan rasaku untukmu. Hanya dengan tulisan ini aku berharap bisa memberimu seberapa besar cintaku padamu. Hanya dengan ini aku utarakan seberapa dalam rinduku.
Selesaikanlah hal yang sudah kau mulai, lakukanlah keputusan yang sudah kau ambil. Cinta perlu pembalasan, jika dia tak mencintaimu, tinggalkan dai dan carilah seseorang yang benar-benar mencintaimu. Aku disini menunggumu, tapi tak untuk selamanya. Meskipun kita jauh, aku selalu dekat dihatimu. Meskipun kau bersamanya, telah aku siapkan tempat terbaik yang aku punya untukmu. Meskipun kau lebih mencintainya, akan aku berikan cintaku disaat dia menyakitimu. Cintaku memang tidak lebih besar dari cintanya. Hatiku memang tidak lebih lembut dari hatinya. Tapi kau harus tahu, diriku disini menemanimu disaat dia menyakitimu.
Jika kau memang bahagia dengannya, lanjutkanlah. Jika dia lebih mencintaimu daripada
aku, berbahagialah. Jika aku menjadi dirinya, akan aku jaga dirimu ditempat paling aman yang bisa kuberi. Jika kamu lebih mencintaiku, akan kuberi lebih dari nyawaku untukmu. Namun, kamu telah bersamanya, apa dayaku?
Aku menuliskan semampuku isi hatiku. Kutuangkan segala rasa yang hancur karena kelancanganku ini untuk mencintaimu. Kuciptakan tulisanku, disana kita beruda, disana kita saling mencinta dan disana pula kita hidup bahagia.
Aku tahu aku cinta padamu. Aku tahu aku sayang padamu. Aku tahu aku tergila-gila padamu. Kau tahu? Kau telah menghancurkan hatiku, tak berkeping-keping, tak berjuta keping tak pula milyaran keping. hatiku hancur sehancur-hancurnya oleh dirimu. Kau bilang pernah bilang semangat setelah hancurkan hatiku? Mudah bagimu. Kau bilang lanjutkan hidupku? Mudah saja untukmu.
Hey! Aku hanya seorang laki-laki yang ingin mendapatkan cinta yang aku mau. Memang aku bukan seorang yang terbaik untukmu, aku juga bukan seseorang yang sempurna. Jadi? Apa aku memang enggak pantas buat kamu? Tak perlu kau berikan seluruh cintamu, tak perlu kau beri aku harapan palsu. Aku hanya minta sedikit saja dari hatimu agar aku bisa mengenangmu, mengenang cintaku yang kini sudah layu.
Aku menuliskan ini, tak memaksamu untuk kembali. Aku hanya kembali mengenangmu. Bermain dengan rindu yang perlahan menikamku. Itu pilihanmu untuk meninggalkanku, pilihanmu untuk bersamanya.
Meskipun begitu, aku turut bahagia untukmu, untuk pilihanmu. Jika kau merasa aku telah menjauh dan menghilang dari hadapanmu, itu tidaklah benar. Aku hanya sedang berada dikejauhan dan tersenyum bahagia melihatmu bersamanya. Mungkin dikejauhan, akan aku buka sesekali lembar memori yang tertata rapi di otakku.
Aku bukan orang yang munafik, aku juga tidak akan menunggumu selamanya. Aku juga akan menemukan wanita yang akan menikmati kebahagiaan bersamaku, seperti dirimu dan dirinya. Aku berharap, kamu tidak akan pernah menyesal dengan keputusanmu ini. Kau tidak akan dibuat galau olehnya. Seperti katamu, jadilah orang yang kuat dan jangan mengeluh tentang sakitmu.
Hanya dengan ini aku bisa menuliskan rasaku untukmu. Hanya dengan tulisan ini aku berharap bisa memberimu seberapa besar cintaku padamu. Hanya dengan ini aku utarakan seberapa dalam rinduku.
Selesaikanlah hal yang sudah kau mulai, lakukanlah keputusan yang sudah kau ambil. Cinta perlu pembalasan, jika dia tak mencintaimu, tinggalkan dai dan carilah seseorang yang benar-benar mencintaimu. Aku disini menunggumu, tapi tak untuk selamanya. Meskipun kita jauh, aku selalu dekat dihatimu. Meskipun kau bersamanya, telah aku siapkan tempat terbaik yang aku punya untukmu. Meskipun kau lebih mencintainya, akan aku berikan cintaku disaat dia menyakitimu. Cintaku memang tidak lebih besar dari cintanya. Hatiku memang tidak lebih lembut dari hatinya. Tapi kau harus tahu, diriku disini menemanimu disaat dia menyakitimu.
1 komentar:
Never mind I'll find someone like you. I wish nothing but the best for you, too. :)
Posting Komentar