INI UNTUKMU, TAK TAU APA TAPI BACALAH SAJA
Pernah dulu kita bersama, menyanyi, bermain hati, berbagi rasa mungkin. Pernah dulu kita berbicara soal cinta, mendefinisikan tiap hurufnya dan tiap maknanya dengan cara kita.
Kita yang dulu mungkin sangat dekat, mungkin sedekat juliet dan romeo yang kini mulai
acuh tak acuh antara kita berdua. Aku, lelaki ini, sangat merindukan masa-masa kita dulu. Masaku mencintaimu dan masamu mencintaiku, tak ada orang lain, hanya kita, ya, kita berdua saja.
Dulu, ketika ku bersamamu, duduk disampingmu menghabiskan waktu bersamamu, berbagi rasa berdua tanpa ada yang mengganggu. Tapi sekarang perhatianmu telah terenggut oleh dia, ya lelaki itu. Kamu tau? Aku, meskipun aku tampak tegar dihadapanmu sekarang tapi didalam hatiku, aku tak pernah merasakan rasa yang sesakit ini.
Dulu, mungkin aku memang bodoh, mungkin sebodoh seorang patrick yang menjadikanmu spongebob demi untuk menahanmu lebih lama berada di sampingku. Segila seorang romeo yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk seorang juliet. Tapi mengertilah, mungkin beribu kali aku berkata, kataku ini tak akan pernah kau dengar. Aku jatuh cinta padamu, tak ada kurang bedanya dengan rasa yang pernah datang dulu.
Pernah dulu aku berkata padamu, kalau aku mencintaimu. Tapi seperti biasanya kamu menganggapku sebagai bahan tertawaanmu, mungkin dulu aku pemalu, terlalu pencemburu dan terlalu cepat menyerah, tapi itu dulu.
Mungkin dulu, dulu sekali, aku rela melakukan apapun untukmu, kesana kemari, hujan maupun panas, itu cuma untukmu, ya, aku mencintaimu. Aku yang kini jauh darimu, yang selalu kau acuhkan setiap tindakanku, yang kau abaikan setiap perkataanku, mungkin ini memang jalanku, jalanku yang dulu telah salah kuambil. Jalan yang mungkin akan kusesali selama sisa hidupku.
Sekarang, ya sekarang bukan dulu, karenamu, hidupku tak lagi hampa tak lagi buta warna, tapi penuh warna, penuh pelangi. Tapi sayang, pelangimu itu hilang kini, kamu tak sama lagi. Sosokmu yang dulu ku damba, kini hanya sebuah angan yang mungkin tak akan pernah kulupakan.
Ini semua untukmu, cintaku selalu untukmu meskipun kau telah untuknya...
Kita yang dulu mungkin sangat dekat, mungkin sedekat juliet dan romeo yang kini mulai
acuh tak acuh antara kita berdua. Aku, lelaki ini, sangat merindukan masa-masa kita dulu. Masaku mencintaimu dan masamu mencintaiku, tak ada orang lain, hanya kita, ya, kita berdua saja.
Dulu, ketika ku bersamamu, duduk disampingmu menghabiskan waktu bersamamu, berbagi rasa berdua tanpa ada yang mengganggu. Tapi sekarang perhatianmu telah terenggut oleh dia, ya lelaki itu. Kamu tau? Aku, meskipun aku tampak tegar dihadapanmu sekarang tapi didalam hatiku, aku tak pernah merasakan rasa yang sesakit ini.
Dulu, mungkin aku memang bodoh, mungkin sebodoh seorang patrick yang menjadikanmu spongebob demi untuk menahanmu lebih lama berada di sampingku. Segila seorang romeo yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk seorang juliet. Tapi mengertilah, mungkin beribu kali aku berkata, kataku ini tak akan pernah kau dengar. Aku jatuh cinta padamu, tak ada kurang bedanya dengan rasa yang pernah datang dulu.
Pernah dulu aku berkata padamu, kalau aku mencintaimu. Tapi seperti biasanya kamu menganggapku sebagai bahan tertawaanmu, mungkin dulu aku pemalu, terlalu pencemburu dan terlalu cepat menyerah, tapi itu dulu.
Mungkin dulu, dulu sekali, aku rela melakukan apapun untukmu, kesana kemari, hujan maupun panas, itu cuma untukmu, ya, aku mencintaimu. Aku yang kini jauh darimu, yang selalu kau acuhkan setiap tindakanku, yang kau abaikan setiap perkataanku, mungkin ini memang jalanku, jalanku yang dulu telah salah kuambil. Jalan yang mungkin akan kusesali selama sisa hidupku.
Sekarang, ya sekarang bukan dulu, karenamu, hidupku tak lagi hampa tak lagi buta warna, tapi penuh warna, penuh pelangi. Tapi sayang, pelangimu itu hilang kini, kamu tak sama lagi. Sosokmu yang dulu ku damba, kini hanya sebuah angan yang mungkin tak akan pernah kulupakan.
Ini semua untukmu, cintaku selalu untukmu meskipun kau telah untuknya...
0 komentar:
Posting Komentar