Minggu, 06 Mei 2012

Jika Esok hari Tak Pernah Datang

Terkadang di malam hari, aku terjaga dari tidurku dan melihatmu tidur. Kau tertidur sangat nyenyak malam ini. Aku tahu kau pasti lelah menungguku selama ini. Menunggu untuk menjemput kebahagiaan bersamaku. Jadi, aku mematikan lampu dan berbaring disampingmu dalam dekapan malam.


Dan sebuah pikiran terlintas dipikiranku. Pikiran yang sangat menggangguku malam ini, pikiran yang membuatku memutuskan untuk menuliskan ini. Bagaimana jika aku tak terbangun besok pagi? Akankah kamu pernah ragu dengan perasaanku padamu ini?

Jika mungkin esok pagi tak menemuiku, jika mungkin aku tak terbangun besok pagi. Aku berharap kamu tahu seberapa besar cinta yang kumiliki untukmu yang setiap hari aku coba tunjukkan kepadamu dengan setiap caraku. Hanya kamu satu-satunya wanita di dalam hatiku dan jika waktuku di dunia sudah habis, dia harus menghadapi dunia tanpaku.

Apakah cinta yang aku berikan padamu akan cukup pada akhirnya? Apakah cintaku bisa membuatmu bahagia disaat aku tak bersamamu?

Karena jika aku kehilanganmu dalam hidupku yang tak pernah tahu betapa besar aku mencintaimu. Dan bila itu benar terjadi, aku hanya hidup dalam sebuah penyesalan tanpa ada ampunan. Aku memang benar mencintaimu, itulah yang aku rasakan tanpa aku mengatakannya padamu.

Jadi, aku membuat sebuah janji kepada diriku sendiri. Aku akan mengatakan bagaimana berartinya kamu untukku, bagaimana kacaunya hidupku tanpamu. Dan aku akan hindari keadaan dimana tak ada sedetikpun kesempatan untuk memberitahumu bagaimana perasaanku.

Jadi, katakan apa yang kau rasakan kepada orang yang kau cintai. Katakan saja yang sedang kau rasakan. Jika esok hari tak akan pernah datang.

0 komentar:

Posting Komentar