Minggu, 15 April 2012

Belum Ada Judul

Namaku Neill, aku hanya seorang berandalan yang mempunyai  hidup seperti berandalan yang lain. Aku, sebagai berandalan tak punya pekerjaan. Aku mencari kerja kesana kemari dan tak ada satu perusahaanpun yang mau menerima aku.

Aku mempunyai tetangga bernama rendy, dia adalah remaja yang sangat nakal dan tak
punya aturan. Dia selalu menggangguku dan mengecat rumahku dengan grafiti. Dia bilang grafiti adalah bakat, tapi aku bilang itu hanya sampah tak berguna.

Aku tak tahu apa yang direncanakan oleh Rendy, tapi yang aku tahu, Rendy berusaha masuk rumahku dan mencuri semua barangku. Di saat dia akan membawa televisi satu-satunya dirumahku, aku berhasil memergokinya. Tanpa pikir panjang, aku segera menangkapnya, tetapi deia terus melawan dan terus memukuliku. Aku yang kesakitan segera membela diri dengan memukulnya kembali dan "Duk" tepat dikepalanya. Dengan satu pukulan, aku berhasil membunuhnya, tanpa pikir panjang aku segera pergi dari rumah.

Setelah keluar dari rumah, aku bingung akan pergi kemana. Akhirnya aku mendapati sebuah rumah kosong yang masih terlihat bagus. Disana aku memulai kehidupanku lagi dari nol. Aku tak mau membunuh orang lagi, tak mau mencari masalah ditempat baruku ini. Akupun berniat untuk membalas semua dosaku itu tapi lagi-lagi aku tak tahu apa yang harus aku lakuakan.

Suatu hari, aku melihat acara televisi. Aku melihat tayangan yang membuatku terlihat agak gila. Aku melihat seorang anak yang menandatangani kontrak yang berisi akan mendonorkan semua organnya untuk orang lain setelah dia meninggal. Setelah itu akupun berniat akan melakukan semua itu. Tapi sebelum aku melakukan semua itu dan aku mati, aku ingin membuat diaryku tentang semua ini. Ini dia.

11 Januari 2002

Hari ini, aku memulai niatku untuk mendonorkan semua organku yang masih berguna untuk orang lain untuk penebusan dosaku. Hari ini pula, aku melihat seorang anak yang sedang menatap teman-temannya bermain di atas kursi roda dalam perjalanan ke rumah sakit. Di sana pula ada seorang ibu yang menemaninya dan sedang sibuk telepon. aku tak tahu pasti apa penyakit anak itu tapi aku ingin menolongnya.

Beberapa menit kemudian, aku mendekati ibu-ibu yang sedang menunggui anak itu. Aku bertanya kepadanya apa yang terjadi dengan anak itu dan diapun menjawab bahwa anak itu mengalami gagal ginjal. Beberapa menit aku berpikir. Dengan rasa agak takut dan agak tidak tega aku berkata padanya aku akan mendonorkan ginjalku kepadanya.

Esok paginya, aku dan ibu tersebut pergi kerumah sakit untuk menandatangani kontrak dan menentukan beraga dollar yang akan aku dapat. Aku menolak semua itu karena aku berniat bersungguh-sungguh menebus dosaku. Setelah itu, dokter berkata bahwa akan diadakan operasi pencangkokan ginjal lusa. Dan akupun pulang untuk beristirahat dan mempersiapkan diri.

14 Januari 2002

Hari ini aku akan menjalani operasi pencangkokan ginjal di rumah sakit Dr. William. Setelah 2 jam aku menunggu, kini aku yang akan dioperasi. Setelah aku memasuki ruang operasi yang dingin dan terang itu, dokter berkata kepadaku bahwa ini hanya sebentar dan tak akan sakit dan membuat lelucon dengan temannya tentgang operasi ini.

 Operasi berlangsung selama 5 jam dan dokter berkata bahwa operasinya sukses. 5 hari setelah operasi aku diperbolehkan untuk pulang. sebelum pulang aku menjenguk anak tersebut, ternyata dia bernama campbell. Dia sangat bahagia dapat kembali sehat dan bisa bermain lagi seperti dulu.

19 Januari 2012

Hari ini aku diperbolehkan pulang oleh dokter yang mengoperasi ginjalku. Aku tahu akan hidup lebih sulit dan lebih tersiksa tapi aku akan menghadapi semua itu.

Setelah 1 bulan aku beristirahat dan tak kemana-mana, aku mulai bangkit dan berjalan menyusuri jalan.

19 Februari 2012

Hari ini aku kembali menyusuri jalan. Aku biarkan kaki ini membawaku pergi ke suatu tempat yang aku tak tahu dimana. Aku sekarang sedang berada di taman kota. Di sana aku duduk termenung memikirkan bagaimana lagi caraku untuk berbuat baik.

Saat aku sedang duduk terdiam di bangku taman, aku melihat seorang wanita cantik. Satu-satunya wanita yang memikat hatiku. Sebut saja bagian hidupku ini dengan "Cinta Pertamaku".

Dia berjalan mendekatiku dan akhirnya duduk disampingku. Tak berpikir panjang, aku mencoba memulai pembicaraan dengannya. Aku mencoba berkenalan dengannya dan meminta nomor teleponnya dan berharap dapat mengajaknya kencan.

Dengan gugup aku menanyakan siapa namanya dan diapun menjawab bahwa dia bernama nissa. Memang nama yang tepat untuk wanita seperti dia. Setelah itu, aku beranikan diri untuk meminta nomor teleponnya. Dan aku tahu? Aku mendapatkannya, ya, aku pikir aku pria paling beruntung.

Setelah 15 menit kami mengobrol, dia pamit untuk pulang. Akupun pulang dan berjanji akan meneleponnya malam ini.

19 Februari 2012 19.00

Malam ini aku berjanji akan menelepon wanita pujaanku. Aku meneleponnya hingga tengah malam. Aku tak tahu apa yang aku bicarakan tapi aku selalu cerewet untuk menahannya lebih lama mengobrol denganku.

Tanpa pikir panjang, aku mengajaknya kencan besok malam dirumahku. Hanya kencan makan malam. Diapun menjawab ya dan itu membuatku sangat senang.

20 Februari 2012

Hari ini aku akan mempersiapkan makan malam yang indah. Aku mulai dengan membereskan rumah, kemudian membeli bahan-bahan makanan serta lilin kecil yang aku harap akan menambah kesan romantis. Dan akupun juga membeli CD lagu milik James Morrison agar lebih romantis.

20 Februari 2012 15.00

Semua persiapan telah usai dan makan malam sudah siap.

20 Februari 2012 19.00

Malam ini dia datang pukul 19.00. Aku sangat gugup saat melihatnya. Dia begitu cantik meskipun tak memakai gaun, tak memakai make up tetapi dia sangat menawan. Aku mempersilahkan masuk dan aku tutup matanya dengan kedua tanganku.

ketika sampai di meja makan, aku buka matanya dan dia berkata bahwa ini adalah makan malam paling romantis yang pernah dia alami. Setelah kami selesai makan, kami putuskan untuk melihat bintang diatas.

Aku terus menatapnya tetapi dia tak menyadari itu. Aku terus menatapnya hingga dia mimisan dan jatuh pingsan. Aku segera membawanya ke rumah dan aku bertanya kepada dokter ada apa dengannya. Dokter berkata bahwa nissa mempunyai kelainan pada sungsum tulang belakangnya. Tanpa pikir panjang aku mendonorkan sungsumku untuk dia, orang yang aku cintai.

Saat akan mendonorkan sungsumku, aku tak ingin dibius agar aku segera pulang dan tak melihatnya menderita. Setelah mendonorkan sungsumku, aku segera pulang dan meratapi apa yang terjadi dan berdoa agar dia selamat.

21 Februari 2012 01.00

Pagi ini aku tak bisa tidur memikirkan wanitaku itu. Aku hanya ingin dia selamat dan melanjutkan hidupnya seperti yang lainnya, itu saja bukan yang lain.

Aku berpikir akan bunuh diri dan mengawetkan diriku ini untuk mendonorkan semua organku bagi orang lain. Aku mulai mengambil banyak es di bathub dan menelepon 911 bahwa ada percobaan bunuh diri di rumahku. Setelah itu aku tidur di es dan mengikat leherku dengan tali dan aku tercekik hingga mati.

Sebut saja bagian kecil dari hidupku ini "Kebahagiaan". Ini bukan tentang kebahagiaanku, tapi ini akan menjadi kebahagiaannya, kebahagiaan orang yang aku tolong. Meskipun aku mati, aku berharap semua berjalan dengan baik. Dan untuk kamu wanitaku, aku sangat mencintaimu. Aku benar-benar berharap bisa bangun disampingmu setiap pagi, melihat matahari terbit dari matamu dan mengatakan aku cinta padamu dimanapun dan kapanpun.


0 komentar:

Posting Komentar