Minggu, 08 April 2012

FIKSI ATAU BUKAN, ITU TAK PENTING

Kita adalah sahabat sekelas di SMA. Kita mulai dewasa dan mengerti bagaimana cinta bekerja. Cinta bekerja bukan karena ada rumus F=m.a ataupun P=F/A, itu semua rumus fisika haha. Tak ada yang tahu cara cinta bekerja. Ini dia hidupku.

Aku seorang siswa SMA, bisa dikatakan termasuk siswa yang cerdas karena masuk ke
SMA yang siswanya cerdas-cerdas. Aku punya seorang sahabat cewek, dia perhatian sama aku, dia bagaikan pacarku yang tak akan mau aku putuskan.

Panggil saja sahabatku dengan DK, dia sangat supel, sangat cantik dengan suara merdunya tentunya. Kami selalu kemana-mana bersama, makan bersama, dan bernyanyi bersama. Kata orang Jawa dulu, "Tresno Jalaran Saka Kulino" yang artinya suka dimulai dari biasa. Ya. Aku suka dengannya karena mungkin sudah terlalu lama dekat dengannya. Tapi, tak tahu bagaimana perasaannya kepadaku.

Hari Selasa, dia seperti biasa membuatkanku surat ijin keluar dari kelas untuk menemani dan membantunya dalam olimpiade pelajar nasional. Seperti biasa juga kami duduk berdua, hanya berdua di sebuah ruangan. aku mengenalkan sebuah lagu kepadanya dan dia suka dengan lagu itu. Dengan begitu ada satu kebiasaan lagi yang kita lakukan, yaitu menyanyi bersama.

Hari demi hari aku lalui dengannya, hari demi haripun aku semakin dekat dengannya. Rasaku ini semakin membengkak dilubuk hati paling mikro. Tapi aku masih tak tahu bagaimana perasaannya kepadaku.

Senin, 21 Februari dia berangkat menuju Jakarta. Hari itupun dia juga berulang tahun. Mungkin memang benar aku yang, aku yang tidak peka dengannya, dia mengiraku tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya, padahal aku telah mengucapkannya tadi.

Akhirnya pukul 21.00 dia berangkat menuju Jakarta dengan mobil sekolah. Seminggu kemudian dia kembali lagi dan bersekolah lagi. Dia pulang dengan membawa sejuta cerita, dia bercerita bertemu dengan cowok ganteng di sana, tanpa dia tahu tanpa dia sadari akupun cemburu.

Apa aku putus asa? Ya. Aku sangat putus asa dan aku pergi meninggalkannya. Aku pergi dengan wanita lain yang aku tak punya perasaan dengan dia. Itulah hidupku.

Setahun kemudian, setelah aku putus dengan wanita itu, aku memang benar-benar masih mempunyai perasaan yang besar dengan sahabatku dulu. Dan aku sekarang menerima kenyataan bahwa dia sedang dekat dengan seorang yang lain. Didepannya aku berpura-pura kuat menghadapi semua itu, ya, ragaku ini kuat, tetapi hatiku telah hancur hingga menjadi keping terkecil.

Tak diketahui kapan, sekolah kami mengadakan kemah di gunung, bayangkan saja Gunung Selamet. Di sana banyak jurang yang ditata sembarang tanpa ada konsep dari arsitektur terkenal dunia, ya, karena itu yang membuat Allah.

Seperti biasanya, aku sangat suka bergelantungan di pohon dan memenangkan diriku di atas pohon. Dan ternyata lelaki itu dan dia berjalan-jalan menapaki hutan dan sampai ditempatku bergelantungan.

Sampai disana, lelaki itu ingin mendekatiku dan mengejkku. Ternyata dia terpeleset dan menemui ular kobra, tetapi dia tak apa. Aku berusaha untuk menolongnya, aku sedang turun dari pohon dengan hati-hati karena dibawahnya adalah jurang.

Aku menuruni batang demi batang, dan tanpa aku sadari batang yang aku injak rapuh dan aku terjatuh kedalam jurang yang dalam itu.

Tim SAR ada di dekat sana segera menolongku dan mereka membawaku kerumah sakit dan lelaki itu. Dan para dokter mengatakan bahwa tulang belakangku patah yang artinya cacat seumur hidup.

DK yang tak tahu kejadian itu segera ke rumah sakit dan lagi-lagi dia menanyakan keadaan lelaki itu yang tak ada lecet sedikitpun. Tetapi aku hanya berbaring dan menatapnya iri.

Akhirnya diapun menemuiki dan menanyakan keadakaanku, aku berpikir aku telah mati dan aku bercerita semua yang aku rasakan kepadanya. Aku bercerita bagaimana aku mencintainya, bercerita bagaiman hancurnya hatiku meskipun ragaku ini masih tetap dapat menutupinya, dan aku iri dengan lelaki itu yang dapat perhatianmu dan aku? Aku disana hanya akan menjadi obat nyamuk haha.

Dia menyemangatiku untuk sembuh setelah aku mengatakan aku mending mati daripada hidup seperti ini. Aku berkata kepadanya bagaimana dokter membuat lelucon tentang derita yang aku alami ini. Tetapi dia terus menyemangatiku dan akupun bertekad untuk sembuh.

Beberapa saat kemudian, aku yang bertekad sembuh karenanya ini telah menemui ajal. Dulu maupun sekarang aku hanya butuh perhatianmu, aku memang tak mengatakan bahwa aku cinta denganmu, tapi cinta tak harus dikatakan. Aku menunjukkannya dengan selalu memberikanmu perhatian, dengan selalu memberimu tempat ternyaman, tempat terbaik disampingku.

Aku disini, sekarang, merasakan dianak tirikan. Sudikah kau memberi perhatian sedikit kepadaku? Ya. Aku yang menjadi obat nyamuk disetiap aku, kamu, dan lelaki itu pergi.

Fiksi ataupun nyata yang aku rasakan diatas itu tak penting, toh aku selalu kau anak tirikan, selalu kau bedakan dengan yang lain.

0 komentar:

Posting Komentar