Aku, Kamu
Hai kamu wanitaku, apakah aku membuatmu menunggu? Apakah kau tahu apa yang akan aku lakukan? Aku hanya seorang lelaki yang tak ingin membuat seorang wanita terluka dan untuk itu aku sangat berhati-hati menjaga hatimu.
Aku tahu kau telah jatuh hati padaku dan engkaupun juga tahu kalau aku jatuh hati
padamu. Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku harus membawa cintamu pergi dan menjaganya semampuku. Mungkin itupun yang kau harap dariku. Tapi aku belum bisa melakukan itu karena aku sedang menyiapkan diriku agar tak meninggalkanmu lagi seenaknya seperti dulu.
Aku tak tahu apakah perhatian yang selama ini aku berikan padamu cukup untuk menghilangkan rasa bosan karena terlalu lama menungguku. Aku berharap agar kau terus mencintaiku meskipun aku tahu bahwa cinta tak dapat dipaksakan. Aku ingin mencintaimu untuk seterusnya, bukan hanya sekarang, besok ataupun lusa. Tapi selamanya.
Hari ini, kau telah banyak merenggut perhatianku lebih dari biasanya. Hari ini kau terlihat sangat cantik dengan bibirmu yang merah dan pipimu yang merona serta kebayamu yang anggun tentunya. Tapi kau masih seperti biasanya, cantik.
Tadi kau berkata kepadaku bahwa kau ingin berpura-pura tak kenal kepadaku. Kenapa kau katakan dan lakukan itu kepadaku? Apakah kau merasakan hal itu? Tapi jujur, aku tak ingin membuatmu merasakan hal seperti itu.
Seperti biasanya, aku suka kau bersikap manja kepadaku. Meminta sesuatu agar membuatmu kembali kepadaku. Itulah yang aku tunggu darimu. Kau memintaku untuk membelikanmu gulali kapas di pasar malam dan kau menyuruhku untuk memberikannya saat sekolah. Mungkin kau ingin melihat seberapa sungguh kah cintaku untukmu dan seberapa besar cintaku untukmu. Aku akan lakukan itu untukmu.
Malam ini kau mengupdate social networkmu. Kau berkata bahwa kau bisa menjagaku sebagai sahabat terbaikmu tapi nanti kalau kamu siap. Kenapa harus begitu? Kita jemput saja kebahagiaan berdua dengan saling mencinta. Mencinta untuk selamanya tentunya.
Aku tahu kau telah jatuh hati padaku dan engkaupun juga tahu kalau aku jatuh hati
padamu. Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku harus membawa cintamu pergi dan menjaganya semampuku. Mungkin itupun yang kau harap dariku. Tapi aku belum bisa melakukan itu karena aku sedang menyiapkan diriku agar tak meninggalkanmu lagi seenaknya seperti dulu.
Aku tak tahu apakah perhatian yang selama ini aku berikan padamu cukup untuk menghilangkan rasa bosan karena terlalu lama menungguku. Aku berharap agar kau terus mencintaiku meskipun aku tahu bahwa cinta tak dapat dipaksakan. Aku ingin mencintaimu untuk seterusnya, bukan hanya sekarang, besok ataupun lusa. Tapi selamanya.
Hari ini, kau telah banyak merenggut perhatianku lebih dari biasanya. Hari ini kau terlihat sangat cantik dengan bibirmu yang merah dan pipimu yang merona serta kebayamu yang anggun tentunya. Tapi kau masih seperti biasanya, cantik.
Tadi kau berkata kepadaku bahwa kau ingin berpura-pura tak kenal kepadaku. Kenapa kau katakan dan lakukan itu kepadaku? Apakah kau merasakan hal itu? Tapi jujur, aku tak ingin membuatmu merasakan hal seperti itu.
Seperti biasanya, aku suka kau bersikap manja kepadaku. Meminta sesuatu agar membuatmu kembali kepadaku. Itulah yang aku tunggu darimu. Kau memintaku untuk membelikanmu gulali kapas di pasar malam dan kau menyuruhku untuk memberikannya saat sekolah. Mungkin kau ingin melihat seberapa sungguh kah cintaku untukmu dan seberapa besar cintaku untukmu. Aku akan lakukan itu untukmu.
Malam ini kau mengupdate social networkmu. Kau berkata bahwa kau bisa menjagaku sebagai sahabat terbaikmu tapi nanti kalau kamu siap. Kenapa harus begitu? Kita jemput saja kebahagiaan berdua dengan saling mencinta. Mencinta untuk selamanya tentunya.
0 komentar:
Posting Komentar