Minggu, 01 April 2012

HUJANPUN GK RELA

Hai cewe yang disana, aku tau persis kamu suka banget sama yang namanya hujan. Mungkin karena hujan bikin hatimu damai, mungkin ada kenangan yang kamu simpan dan mengalir bersama hujan, yang aku tau kamu suka hujan.

Hari ini, tadi, kita bertemu. Entah bukan karena kita adalah sepasang kekasih yang
selalu pergi bersama setiap minggu, dan entah juga bukan cupid yang sedang merasuki diriku, tapi yang jelas aku semakin jatuh cinta sama kamu.

Matamu yang belok mungkin udah menjadikan mataku yang sipit ini tawananmu, seberapa besarnya aku berniat menghindar dari kamu, mataku, ya mataku yang sipit ini tak akan pernah bisa pergi dari matamu yang belok itu.

Mungkin ceritaku ini cuma cerita perjalananku pulang bersamamu. Kamu, kamu yang tadi makan denganku dan selalu menyalahkanku akan menetesnya air matamu. Aku bersamamu mungkin udah 3 jam.

Kamu tau? Aku coba perhatikan hujan dan berharap bisa begitu mencintainya seperti dirimu. Ketika kita makan, hujan diluar sana semakin mengumpul layaknya tawuran. Ketika kita keluar mall kamu tau apa yang terjadi? Dewa hujanpun tetap takmau memberi kita jalan yang kering.

Mungkin 30 menit tadi, dalam hidupku, aku merasa aneh. Disaat aku bersamamu, hujan membelai tanganku dengan lembut dan tiap kali hujan reda kamupun selalu mengatakan "mengapa aku gk mintak daritadi ya?" dan aku hanya tersenyum.

Kamu tahu apa yang terjadi ketika kamu dan aku berpisah tadi? Hujan tak seramah dulu, hujan yang aku kenal kini menjadi arogan. Mereka, hujan menghantam tanganku beramai-ramai, mereka bagaikan mencabik tanganku ini dan entah kenapa semakin aku lebih jauh pergi dari kamu, hujan pun semakin deras dan semuanya seperti aku yang ditahan ditawan oleh hujan. Aku berpikir, kamu yang tadi mungkin menawariku untuk mampir dirumahmu dan aku menolak, kamu mungkin menelepon dewa hujan dan meminta untuk membuat hujan yang deras untukku dan tahan aku selama mungkin agar leebih lama dekat disampingmu.

0 komentar:

Posting Komentar