AKU BERSUNGGUH-SUNGGUH
Aku, kini, laki-laki tak romantis ini, lelaki yang tak pernah mempedulikanmu lagi seperti dulu, masih menunggumu.
Aku, yang dulu jadi harapanmu, jadi semangatmu, menjadi pembentuk bulan sabit di bibirmu, masih menjadi cintamu dengan segala kekuranganmu dan selalu senantiasa
untuk mencintaimu.
Aku bersungguh-sungguh, setiap kita bertemu, mata kita bertatapan walaupun hanya seper sekian detik, itu membuatku lebih mencintaimu, lebih memikirkanmu, dan membuatmu lebih berarti. Aku bersungguh-sungguh.
Mungkin tanpamu aku rapuh, tapi sekarang aku mulai kuat, kuat karena aku bisa mengandalkan sesuatu permulaan yang baik. Yang membuat kuat itu kamu, yang kini kembali menjadi permulaan cintaku lagi.
Kamu tahu sayang? Saat matahari masih menyinari sisi dunia yang lain dan bintang bersinang terang dibalik awan, aku selalu berdoa, ya berdoa untukmu, mengirimkan sebanyak yang kubisa ke surga, dan mungkin kalau kamu tahu aku bersungguh-sungguh, semua itu akan membuatmu ingin menangis.
Ya semua doaku itu akan mengapuskan semua penderitaanmu dan menggantinya dengan kebahagiaan tentunya. Mungkin kau kira aku berlebihan mengartikan semua ini, tapi aku bersungguh-sungguh.
Mungkin disaat kesenangan dan perlindungan tak memihak kita, di saat-saat sepi menyerang, di saat cintamu hilang diterpa badai ketidak percayaan. Tolonglah untuk percaya sekali ini padaku, pegang tanganku. meskipun aku bukan lelaki yang bisa membuat duniamu lebih baik dan lebih berarti, tapi aku masih disini menemanimu.Percayalah padaku, karena aku bersungguh-sungguh.
Aku ingin berada di sampingmu lebih lama dan untuk selamanya, aku mau berbaring dilaut denganmu, aku mau melihat indahnya bintang malam, ya, aku mau seperti ini denganmu selamanya.
Tak usah pejamkan matamu dan berdoa, karena apapun yang kamu inginkan, yang kamu impikan sudah pasti akan datang karena mereka berjalan dibelakang mengikutimu. Aku akan selalu mendoakanmu meskipun kau tak bersamaku, karena aku bersungguh-sungguh.
Aku, yang dulu jadi harapanmu, jadi semangatmu, menjadi pembentuk bulan sabit di bibirmu, masih menjadi cintamu dengan segala kekuranganmu dan selalu senantiasa
untuk mencintaimu.
Aku bersungguh-sungguh, setiap kita bertemu, mata kita bertatapan walaupun hanya seper sekian detik, itu membuatku lebih mencintaimu, lebih memikirkanmu, dan membuatmu lebih berarti. Aku bersungguh-sungguh.
Mungkin tanpamu aku rapuh, tapi sekarang aku mulai kuat, kuat karena aku bisa mengandalkan sesuatu permulaan yang baik. Yang membuat kuat itu kamu, yang kini kembali menjadi permulaan cintaku lagi.
Kamu tahu sayang? Saat matahari masih menyinari sisi dunia yang lain dan bintang bersinang terang dibalik awan, aku selalu berdoa, ya berdoa untukmu, mengirimkan sebanyak yang kubisa ke surga, dan mungkin kalau kamu tahu aku bersungguh-sungguh, semua itu akan membuatmu ingin menangis.
Ya semua doaku itu akan mengapuskan semua penderitaanmu dan menggantinya dengan kebahagiaan tentunya. Mungkin kau kira aku berlebihan mengartikan semua ini, tapi aku bersungguh-sungguh.
Mungkin disaat kesenangan dan perlindungan tak memihak kita, di saat-saat sepi menyerang, di saat cintamu hilang diterpa badai ketidak percayaan. Tolonglah untuk percaya sekali ini padaku, pegang tanganku. meskipun aku bukan lelaki yang bisa membuat duniamu lebih baik dan lebih berarti, tapi aku masih disini menemanimu.Percayalah padaku, karena aku bersungguh-sungguh.
Aku ingin berada di sampingmu lebih lama dan untuk selamanya, aku mau berbaring dilaut denganmu, aku mau melihat indahnya bintang malam, ya, aku mau seperti ini denganmu selamanya.
Tak usah pejamkan matamu dan berdoa, karena apapun yang kamu inginkan, yang kamu impikan sudah pasti akan datang karena mereka berjalan dibelakang mengikutimu. Aku akan selalu mendoakanmu meskipun kau tak bersamaku, karena aku bersungguh-sungguh.
0 komentar:
Posting Komentar