Curhat
Hari ini tanggal 21 april adalah hari Kartini. Semua temanku memakai kebaya dan batik tetapi aku hanya memakai batik sekolahku. Aku berjalan melewati kelasmu dan kamu belum berangkat rupanya.
Jam 06.30 aku masuk kedalam kelas dan mengobrol bersama-sama teman-temanku. Jam
08.00 aku berada di mushola. Di sana aku bertemu dengan temanmu, dia memberiku lihat fotomu yang memakai kebaya dan rambut indahmu yang terurai. Dalam hatiku aku hanya berkata kamu sangat cantik hari ini, aku bersumpah.
Setelah itu aku duduk didepan mushola dan berharap kamu akan lewat di depanku dan aku bisa menyapamu seperti biasa. Detik demi detik aku menunggumu tapi kamu tak kunjung datang sehingga aku kembali kedalam kelas dan mengutak-atik blogku ini.
Berjam-jam aku menghabiskan waktuku di kelas dan aku tau bahwa kamu sedang berada di dalam kelas. Aku mencoba keluar dan berbasa-basi dengan temanku berharap kamu akan keluar dan mengobrol denganku agar aku melihat wajahmu yang cantik setelah berdandan.
Mungkin beberapa menit aku berharap, kamu benar-benar keluar. Tapi kamu keluar bukan untuk menyapaku namun berfoto-foto bersama teman-temanmu. Tak ingin kelihangan momen itu, aku memotret kamu kartiniku dalam ingatan. Aku melihatmu tanpa kamu sadari, aku telah bingkai senyum manismu dengan gigi kelincimu yang mungil.
Setelah beberapa jepretan foto, kamu pergi meninggalkan kelas dan menuju ke aula. Aku pun pergi ke aula juga dan melihatmu. Aku menatapmu namun aku terlalu malu saat kamupun menatap aku. Setelah itu kamu pergi entah kemana dan akupun kembali ke mushola dan aku melihat kamu pergi meninggalkan sekolah.
Jam 06.30 aku masuk kedalam kelas dan mengobrol bersama-sama teman-temanku. Jam
08.00 aku berada di mushola. Di sana aku bertemu dengan temanmu, dia memberiku lihat fotomu yang memakai kebaya dan rambut indahmu yang terurai. Dalam hatiku aku hanya berkata kamu sangat cantik hari ini, aku bersumpah.
Setelah itu aku duduk didepan mushola dan berharap kamu akan lewat di depanku dan aku bisa menyapamu seperti biasa. Detik demi detik aku menunggumu tapi kamu tak kunjung datang sehingga aku kembali kedalam kelas dan mengutak-atik blogku ini.
Berjam-jam aku menghabiskan waktuku di kelas dan aku tau bahwa kamu sedang berada di dalam kelas. Aku mencoba keluar dan berbasa-basi dengan temanku berharap kamu akan keluar dan mengobrol denganku agar aku melihat wajahmu yang cantik setelah berdandan.
Mungkin beberapa menit aku berharap, kamu benar-benar keluar. Tapi kamu keluar bukan untuk menyapaku namun berfoto-foto bersama teman-temanmu. Tak ingin kelihangan momen itu, aku memotret kamu kartiniku dalam ingatan. Aku melihatmu tanpa kamu sadari, aku telah bingkai senyum manismu dengan gigi kelincimu yang mungil.
Setelah beberapa jepretan foto, kamu pergi meninggalkan kelas dan menuju ke aula. Aku pun pergi ke aula juga dan melihatmu. Aku menatapmu namun aku terlalu malu saat kamupun menatap aku. Setelah itu kamu pergi entah kemana dan akupun kembali ke mushola dan aku melihat kamu pergi meninggalkan sekolah.
0 komentar:
Posting Komentar