Tidak Sesederhana Kata
Ingin tahu bagaimana rasanya saling mencintai namun bertahan untuk tidak saling memiliki? Percayalah, ini bukan kisah yang ingin kamu alami…
Aku pernah membaca deretan kata itu, entah dimana. Dulu, aku menganggap sang penulis itu aneh. Bila saling cinta, mengapa tidak bersatu? Gengsi? Atau bagaimana?
Sialnya, kali ini aku merasakannya. Aku mengalaminya. Sekarang aku merasakan bahwa penulis telah mengungkapkan perasaannya secara tepat. Kamu ingin tahu rasanya? Percayalah, ini bukan kisah yang ingin kamu alami. Apa yang aku rasakan pasti bukan sesuatu yang ingin kamu rasakan.
Sulit dimengerti, ya? Begini saja, pernahkah kamu merasa dadamu terlalu sesak hingga ingin menangis namun tidak ada setetes air mata pun yang keluar? Atau pernahkah kamu merasa sendiri dan membutuhkan seseorang, namun ketika seseorang itu datang, kamu harus menahan dirimu untuk tidak berlari menghampirinya dan menumpahkan segala keluh kesah di dalam pelukannya? Kurang lebih begitulah yang sedang aku rasakan.
Sejak awal jatuh cinta, aku merasa bahwa aku dapat mencintaimu dengan sederhana.
Sesederhana kamu yang selalu ada kapan pun aku butuhkan.Sesederhana kamu yang selalu ada untuk mendengarkan aku cerita.
Sesederhana kamu yang mengatakan cinta dan selalu membuat aku bahagia.
Bahkan aku masih merasa dapat mencintaimu dengan sederhana saat kamu memilih untuk bersamanya, sahabat terbaikku. Dulu.
Sesederhana aku yang menemanimu ke rumahnya ketika dia sedang sakit.
Sesederhana aku yang dengan setia mendengarkannya bercerita tentangmu, atau sebaliknya.
Sesederhana aku yang kerap kali memegangi dadaku ketika kita jalan bertiga. Aku, kamu, dan dia. Aku melakukannya untuk memastikan bahwa jantungku masih kuat untuk menjalankan tugasnya. Mungkin dengan mengelusnya dapat mengurangi nyerinya.
Sesederhana aku yang akhirnya menyadari bahwa sahabatku telah jatuh cinta terlalu dalam, padamu yang juga aku cinta.
Aku mencintaimu dengan sederhana. Sungguh.
Aku dapat selalu mencintaimu dalam diam, andai saja kamu tidak mengatakan bahwa kamu masih mencintaiku.
Andai saja kamu tidak mengatakan bahwa bersamanya dan meninggalkanku adalah suatu kesalahan yang telah kamu lakukan.
Andai saja keluargamu tidak memintamu untuk mengakhiri hubunganmu dengan dia.
Namun semuanya terjadi.
Kini apa masih bisa aku katakan bahwa aku mencintaimu dengan sederhana?
Ketika akhirnya kamu benar-benar memilih untuk kembali
Ketika perasaan bersalah dan bahagia menjadi satu
Ketika akhirnya kamu benar-benar memilih untuk kembali
Ketika perasaan bersalah dan bahagia menjadi satu
Ketika sahabat yang aku sayangi kecewa setengah mati karena merasa telah aku bohongi
Ketika aku mencintaimu dan terus berharap tenpa henti
…
Percayalah.
Ini bukan kisah yang ingin kamu alami.
- @khaidianty -
0 komentar:
Posting Komentar