INGATKAH KAMU?
Ingatkah dulu aku sering membantumu dulu? Mungkin stelah membaca ini, kamu akan bertanya apa yang aku lakukan dengan tulisanku ini. Dulu, dulu di saat kita bertemu. Dulu di saat kamu memintaku untuk membantumu, disitulah aku tertarik padamu, entah bagaimana dan kapan aku tak tau.
Ingatkah dulu kamu sering memintaku keluar kelas untuk menemanimu? Ya, mungkin di situlah aku mencuri perhatianmu. Di situlah kita di waktu itulah aku ingin menghabiskan waktu berdua kita. Bukan dengan apa-apa, tapi dengan cinta.
Ingatkah kamu aku sering duduk di dekatmu? Aku mungkin terlalu ingin terus-terusan melihat paras cantikmu, aku merindukan dimana jariku tak sengaja berselanjar di rambutmu, aku merindukan suaramu yang melewati telingaku ke otak hingga terdengar suaramu. Aku rindu semua itu.
Ingatkah kamu dulu kita bernyanyi bersama? Aku masih ingat betul lagu yang kita nyanyikan bersama dulu, masih terasa baru jejak frekuensi suaramu meskipun kau sudah tak lagi bersamaku.
Ingatkah kamu aku rela melakukan apapun demi kamu? Beginilah caraku, ini caraku untuk mencintaimu, cara untuk menahanmu sedikit lebih lama dihadapanku, caraku untuk berdua bersamamu.
Semua itu, semua itu kenangan kita. Hanya kita berdua di dalamnya, memori milik kita. Bukan siapa-siapa. Ketika kamu sedang merindu olehku, bukalah selembar atau dua lembar memori itu, biarkan mereka bermain, mereka terbang layaknya film aksi yang mungkin pernah kamu tonton dengan seorang yang lain tapi biarkan hatiku dan hatimu mengalir sebagaimana adanya.
Ingatkah dulu kamu sering memintaku keluar kelas untuk menemanimu? Ya, mungkin di situlah aku mencuri perhatianmu. Di situlah kita di waktu itulah aku ingin menghabiskan waktu berdua kita. Bukan dengan apa-apa, tapi dengan cinta.
Ingatkah kamu aku sering duduk di dekatmu? Aku mungkin terlalu ingin terus-terusan melihat paras cantikmu, aku merindukan dimana jariku tak sengaja berselanjar di rambutmu, aku merindukan suaramu yang melewati telingaku ke otak hingga terdengar suaramu. Aku rindu semua itu.
Ingatkah kamu dulu kita bernyanyi bersama? Aku masih ingat betul lagu yang kita nyanyikan bersama dulu, masih terasa baru jejak frekuensi suaramu meskipun kau sudah tak lagi bersamaku.
Ingatkah kamu aku rela melakukan apapun demi kamu? Beginilah caraku, ini caraku untuk mencintaimu, cara untuk menahanmu sedikit lebih lama dihadapanku, caraku untuk berdua bersamamu.
Semua itu, semua itu kenangan kita. Hanya kita berdua di dalamnya, memori milik kita. Bukan siapa-siapa. Ketika kamu sedang merindu olehku, bukalah selembar atau dua lembar memori itu, biarkan mereka bermain, mereka terbang layaknya film aksi yang mungkin pernah kamu tonton dengan seorang yang lain tapi biarkan hatiku dan hatimu mengalir sebagaimana adanya.
0 komentar:
Posting Komentar