Sabtu, 31 Maret 2012

ANAK SINGKONG & ANAK SPAGHETTI


Pada suatu siang disebuah ruang keluarga milik kediaman keluarga kaya, terlihat seorang pria sedang membaca Koran. Lalu seorang wanita berpenampilan elegan dengan waajah masam datang menghampirinya sambil mengipas-ngipas badannya yang kegerahan.


"Aduh pi, nyesel banget mami ikut papi pindah kesini! Sudah panas, nggak ada AC, jorok lagi!"

Sang pria menurunkan kacamatanya, mentapnya sekilas dari balik koran yang sedang dibacanya, tampak sedikit terganggu, "Maklum lah mi, namanya juga dikampung…"

Lalu datang seorang bocah laki-laki sambil menangis sesenggukan, "Huhuu. Mi, pih… Ayu nakal!"

"Tuh kan, pi! Ditambah punya tetangga udik yang nyebelin kayak gitu! Lihat Fredy jadi nangis kayak gini! Pokoknya mami sebel!"

"Maklum lah, mi... Anak kecil kan wajar kalo main terus nangis karena berantem... Sudah ah, jangan ganggu papi baca koran."

"Tapi kan, pi..."

Belum sempat wanita itu menyelasaikan ucapannya, seorang gadis remaja mucul dari balik pintu sambil membawa sesuatu. "Mi, tadi aku dikasih ini sama Jaki!! Enak deh, mi... Mami mau enggak?"

Mami menatap makanan yang dibawa putrinya itu dengan jijik. "Ih, apaan itu? Nanti kamu sakit perut lho makan makanan kayak begitu!!"

"Ini namanya singkong goring, mi! Anak kok! Papi mau coba? Mami mau? Fredy mau?" Tawar sang gadis bersemangat.

"Papi cicip sini.. hmm enak kok mih.."ucap papih.

"huhuuuu... ayu nakal!!" Tangis fredy malah semakin kencang

"ishh! mamih nggak mau!! alergi sama makanan gituan! buang ahh!"

"lhoo kok dibuang mih?? kalo mamih nggak mau yaudah buat aku ajah... dadah mamihhh!!" sang gadis berlalu sambil membawa makanannya itu.

"Udah ah, papih baca koran malah diganggu. papih mau keluar aja, main sama pak'fahrul!"

"ih nggak papih nggak Dessy sama aja!! jorok semua!" ucap mamih sebal. "udah yuk sayang, cupcupcup.. jangan nangis lagi yaa.." hibur mamih kepada fredy.

***

Kedua pria sedang asik bermain catur. Terlihat akur sekali. Hingga sebuah keributan terjadi didekat mereka...

"heh, kamu jangan ganggu anak saya ya!!" Bentak seorang wanita. sebelah tangannya menjewer telinga seorang gadis kecil, dan sebelah tangannya lagi dia taruh dipinggang. pertanda marah.

"haduh apaan sih tante?? sakit tau!!! buuuuu.......!!! huhuu" sang anak menjerit memanggilnya ibunya.

seorang wanita datang tergopoh-gopoh karena mendengar suara tangis anaknya. melihat anaknya dijewer, dia menjadi marah karena tidak terima. segera saja dia lepaskan telinga anaknya dan siap2 memarahi lawannya itu. "heh ngapain situ jewer2 anak saya hah??!"

"hey sini kamu! jangan kabur! makanya bu kalo punya anak dijaga, dididik biar ga ganggu anak saya lagi!!

"jangan mentang2 situ orang kota jadi sok ya bu! amuknya dengan logat jawa yang kental.

"eh kamu juga orang kampung! udik! nggak usah bentak2 deh!!"

karena tak terima dibilang orang udik, dia pun langsung menjambak rambut lawannya yang tak lain adalah tetangganya sendiri. aksi jambak2an tak dapat dihindari.

lalu kedua pria yang tadi sedang main catur datang melerai mereka. Mereka adalah Pak Reno dan Pak Fahrul. tak lain tak bukan adalah sumai mereka sendiri.

dengan tenang, pak reno menarik tangan istrinya dan mengajak pulang"Sudah mih.. ngapain sih marah??! ntar cepet tua lho!"

pak fahrul juga sedang berusaha menenangkan isrinya "ayo bu, pulang! denger yang bapak bilang?? pulang!"

"tapi pakk.. doa duluan yang njewer ayu! yo ibu ndak terima tha pak!"

"pulang bapak bilang!" dengan sedikit paksa Pak fahrul membawa istrinya pulang. "PAk Reno, maaf ya pak!"

***

"Buu.. mbok ya jangan berantem terus.." nasehat pak fahrul kepada istri dan anak perempuannya saat mereka sedang kumpul malam harinya.

"tapi dia dulu pak yang mulai!"

"iya bapak tahu, tapi kan ndak perlu sampe jambak2an kan bu? apa ibu ndak malu sama umur?

"yo aku ndak terima tha pak! si bapak nih gimna tha, anaknya sendiri bukannya dibelain..!"

"iya pak! ayu juga ndak terima, mosok Ayu dijewer?? padahal Ayu ndak nakal lho pak..!!"

"sudah, bapak putuskan, kalian ndak boleh ribut lagi!!"

"iyaiya pakk... maafin Ayu''

"Ibu pusing pak.."

"makanya ojo berantem wae! jadi pusing kan bu.."

"bukan pak.. bukan karena itu.. tapi si bapak dari tadi ngomong sambil muter2 bolak balik bikin ibu pusing.." ucap istrinya polos.

"' tak kiraa napa tha buu.. yowes pokok'e ojo berantem meneh!"

"iyo pak.."

"jaki..!! sini nak!!"

"punapa pak??"

"siapke singkong dari kebon.. bawa buat besok kita silaturahmi kerumah pak reno.."

"bener pak??? asiiikk!!! dessy... i'm coming!!"

***

esok harinya, kedua keluarga itu duduk bersama, berbincang2.. antara Fredy dan Ayu juga sudah tidak ada yang nangis lagi, biarpun sesekali Fredy masih sedikit takut dan ngumpet dibalik mamihnya. sudah tak terdengar lahi keributan yang biasanya terjadi. mereka telah akur, damai.. tapi dimana Dessy dan Jaki???

ohh rupanya sepasang muda/i itu sedang asik berbincang ditaman belakang, memisahakn diri dari kedua orang tau mereka..

"jak.. ini namanya spagheti. lebih enak dari singkong goreng yang lo kasih kemaren!" ucap dessy seraya menyodorkan sebuah sterofoam kepada jaki.

jAki terlihat kecewa saat dia membuka sterofoam itu dan hanya nendapati makanan sejenis mie disana. "halahh, tak kira apa.. cuma bihun doang ko.. enakan singkong," dia tutup kembali sterofoam itu dan melatakannya diatas meja.

"dicoba dulu!!!"

"yoo yo..." dengan malas dia ambil lagi makanan yang dia bilang bihun itu, namun dessy memukul punggung tangannya saat dia hendak mencicip makanan itu dengan tangannya.

"ini spagheti! makannya pake sumpit! sini gue ajari.!" dengan gemas dessy mengajari Jaki cara menggunakan sumpit. tanpa disadari Dessy, sedari dia mengajari jaki, jaki terus2an melihat dessy dengan tatapan terpesona. ketika dessy menyadari tatapan itu, dia melepaskan tangannya dan membuang muka, wajahnya memanas..

"ohh gini tha makek sumpit.. repot! mending pake tangan!" karena sebal tak juga bisa memakai sumpit, jaki meletakkan sumpit itu diatas meja, lalu memakan spaghetinya dengan tangan.

"ahh.. oon lo! udah ah, gue mau ke tempat mamih!!" dessy hendak bangkit dari duduknya, namun seketika jaki menahan tangannya. "apaan si jak?"

"hmmm...... aaa .. akuu ... aaku tresno.. karo ko...koo..kowee.." ucap jaki terbata2.

"ngomong apa sih lo? kaga ngart gue." jawab dessy jujur.

"aii ... ai... ai lope yuuu, dessy!"

"what?!"

"alah..... rak mudeng2 og. aku tuh kesengsem karo kowe!"

dessy terdiam sesaat.. bingung apa yang harus dia katakan ...

melihat dessy terdiam, jaki jadi salah tingkah...

...... "ai lope yu tu, jak!" akhirnya dessy menjawab dengan cara yang sama noraknya. saking malunya, dia langsung meninggalkan jaki dan duduk disebelah maminya diruang keluarga.

"lho.. lho.. lhoo???? dessy?????? tunggu!!"

jaki langsung menyusul dessy diruang tamu. sesampai diruang tamu, tanpa rasa malu. dia melompat kegirangan, seolah rupa daratan. "horeee!! dessy yo tresno karo aku!!"

semua mata yang ada terbelalak tak percaya, sedangkan dessy hanya menunduk malu ...

***

0 komentar:

Posting Komentar