Kamu, Dia dan Aku
Hari ini seperti biasanya aku menggalau karnamu. Hari ini
aku bersedih hanya untukmu. Kau selalu mengatakan sesuatu yang menghancurkan
hatiku, entah membuatku jadi lemah, entah untuk mengubahku menjadi dirinya.
Aku adalah aku, yang mencintaimu apa adanya. Aku
menganggapmu ada meskipun kau tak pernah menganggapku ada. Aku yang rela
mengorbankan apa yang aku punya untukmu tapi sekali lagi, kau tak pernah
menganggapku ada.
Kau mempermainkan hatiku seenakmu. Kau bilang kita berteman
saja tapi kau terus memberiku harapan untuk mencintaimu. Apa kau tak merasa?
Aku benar-benar mencintaimu. Namun, mengapa kamu bersamanya? Padahal dia tak
pernah mencintaimu dan tidak menganggapmu ada.
Kamu bilang kamu rindu padaku dan setelah aku korbankan semuanya
untuk mengobati rindumu, kamu malah menghancurkan cintaku dengan kata-katamu.
Aku tahu kau tak pernah melihat semua usahaku, kau menganggapnya hanya kelakuan
busuk seorang lelaki.
Memang. Kelakuan busuk seorang lelaki yang berani
mengorbankan segalanya hanya demi dirimu. Mengorbankan segala yang dia punya
hanya untukmu, tapi kau balas dengan hal yang menyakitkan.
Aku mulai sadar kau memang tak mengharapkanku. Dan aku sadar
kau tak diharapkannya. Jadi, jika nanti aku mulai kembali berjalan dan menemui
seorang lain dihidupku, jangan kamu bersedih. Dan aku percaya, kau tak akan
bersedih hanya karena seorang sepertiku.
Terserah kamu mau melakukan apa dengannya, itu bukan
urusanku. Semuanya ada pada kamu. Aku yang rela melakukan apapun demi kamu dan
kamu yang rela melakukan apapun deminya. Sampai kaupun mengubahku menjadi
dirinya. Bila kau memang mencintaiku, terimalah aku apa adanya dan jangan
mengubahku menjadi dirinya.
Semoga bahagia dengan hidupmu yang baru tanpa adanya aku.
Jangan kau sesali saat-saat seperti ini dan bahagialah bersama dirinya. Aku
tahu aku memang tak bisa jadi yang kamu inginkan tapi aku juga tahu dia mampu
memberimu kebahagiaan lebih.
Lupakan aku dan kembalilah bersamanya. Aku tak akan
menganggu kalian lagi. Dan bila nanti, kau disakitinya, bersyukurlah karena
bukan aku yang melakukannya.
Bayangkan saja kau ada diposisiku. Tapi aku tahu, kau telah
mengalaminya lebih dulu daripada aku. Dan mungkin kau membalasnya dengan semua
ini. Terima kasih atas segalanya, aku akan melupakanmu dan menganggap kau tak
pernah ada dalam hidupku agar kau merasa bahagia seutuhnya saat bersamanya.
Bahkan disaat sekarang dimana aku mengejarmu, kaupun tak
menganggap semua itu sebagai suatu pengejaran cinta. Aku sadar bahwa cinta akan
membuat kita rela melakukan apapun untuknya, meskipun hingga menginjak-nginjak
harga diri kita.
(iseng nulis hehehe :D)
0 komentar:
Posting Komentar